Sunday, August 17, 2014

Biaya tersembunyi seputar pernikahan

Saat dua hati terpaut dan memutuskan untuk hidup bersama, pernikahan menjadi pilihan menuju jenjang selanjutnya.
Tiap pasangan mempunyai konsep berbeda dalam mempersiapkan pernikahan, baik yang mengikuti adat tradisional atau yang memilih perayaan sederhana saja. Satu langkah yang perlu dilakukan oleh semua pasangan yang berencana menikah adalah menata anggaran khusus untuk hal tersebut. Tanpa hal ini, ada banyak hal yang bisa membuat pengeluaran sebelum pernikahan membengkak.  
LiveOlive mencoba mengungkap beberapa pengeluaran prewedding di luar resepsi pernikahan yang sering membengkak di luar perkiraan.
Rias pengantin Bandung



Ongkos lamaran
Simak pengalaman Dedet, 27, yang menikah sepuluh bulan lalu. Pria Nias ini mengaku menghabiskan biaya yang tidak sedikit untuk menggabungkan adat daerahnya dan adat Batak yang diwarisi pasangannya.
Sebelum resepsi, ia dan keluarga harus berkunjung ke Bandung untuk lamaran. “Untuk makanan saat lamaran habis Rp 5 juta. Saat lamaran juga ada syarat adatnya, yaitu memberikan daging yang dimasak. Itu saja sudah habis Rp 2,5 juta. Belum lagi untuk sewa bis untuk membawa keluarga ke Bandung,” jelas dia. Menurut Dedet, totalnya mencapai sekitar Rp 10 juta. Ia menjelaskan bahwa biaya akan melambung tinggi bila menggunakan daging sapi. Pasalnya, sapi harus dibeli secara utuh sehingga jauh lebih mahal dibanding daging lainnya.
Rias pengantin Bandung
Imam, 30, yang hendak menikah September tahun ini mengaku telah mempersiapkan biaya-biaya pernikahannya. Imam yang akan menggunakan adat Jawa harus melamar calon istri sebelum resepsi nanti. “Sebelum resepsi pihak keluarga saya harus melakukan hantaran dan mahar untuk pihak perempuan,” ujar Imam. Biaya hantaran dan mahar tersebut bisa mencapai Rp 10 juta, karena mencakup mas kawin dan jasa pembungkusan hantaran.

Ongkos adat
Beda suku beda juga adat yang harus dilakukan saat pernikahan. Meskipun adat Jawa cenderung lebih populer, namun banyak pasangan Jawa yang memilih pernikahan sederhana tanpa melalui proses panjang adat Jawa yang meliputi acara siraman untuk calon pengantin perempuan –biasanya disebut midodareni, pesta di rumah dan lain sebagainya. Prosesi midodareni bisa menghabiskan biaya dari Rp 6 juta hingga Rp 15 juta.